Asosiasi sepakbola sedunia, FIFA, memutuskan untuk mengembangkan turnamen akbar Piala Dunia dari yang semula diikuti 32 team menjadi 48 tim di tahun 2026 nanti. Akan tetapi, Konfederasi Sepakbola Amerika Selatan, Conmebol memohon agar perubahan ini diterapkan pada ajang Piala Dunia 2022 nanti. Namun, hal ini masih dibayang-bayangi isu logistik dan kepastian dari pihak tuan rumah akan adanya 16 tim tambahan.

Jika hal ini benar-benar terjadi, maka Piala Dunia 2022 memang akan menjadi lebih membumi dan menarik untuk disaksikan. Bahkan dengan format sekarang dengan 32 tim, hampir semua kanal tayangan di seluruh dunia penuh dengan siaran pertandingan sepakbola, mulai dari televisi, streaming online, hingga mereka yang mengandalkan ulasan pertandingan seperti yang disajikan di M88.

FIFA kini dijadwalkan akan mempelajari usulan ini. Presiden FIFA, Gianni Infantino mengatakan bahwa ini adalah usul yang menarik, namun masih harus dipelajari mendalam. Ia sendiri percaya bahwa semakin banyak timnas yang bermain, semakin baik untuk sepakbola itu sendiri. Inilah alasan dibalik pengusulan format yang baru ini.

Dari sisi tuan rumah, sejauh ini Qatar berencana membangun 8 stadion, lebih sedikit 4 stadion dari yang diusulkan negara-negara yang menginginkan Piala Dunia 2026 dengan 48 tim. Turnamen ini sendiri dijadwalkan akan berlangsung selama kurang lebih 28 hari di bulan November dan Desember untuk menghindari suhu tinggi di musim panas.

Pertimbangan

FIFA memang telah mempelajari usulan format baru 48 tim untuk waktu yang lama. Bahkan sang presiden, Infantino, aktif membangun komunikasi dengan beberapa negara untuk memastikan diterimanya usulan ini.

Bahkan beberapa rumor mengatakan telah terjadi pembicaraan informal terkait melibatkan lebih banyak timnas termasuk Kuwait. Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah FIFA memang berniat memperluas cakupan peserta, yang mungkin tidak akan mampu dilakoni oleh Qatar jika mereka bertindak sendirian sebagai tuan rumah.

Akan sulit jika Piala Dunia harus dilangsungkan di lebih dari 1 negara mengingat tensi politik di kawasan tersebut, belum lagi beberapa negara masih melangsungkan blokade ke Qatar. Namun, akan sangat menarik jika FIFA mampu meredakan tensi ini lewat sepakbola, meski hanya sementara.

Bahkan beberapa negara tetangga Qatar dikabarkan ‘tertarik’ untuk melihat Qatar kehilangan muka jika gagal melangsungkan acara sekalas Piala Dunia ini. Maka tidak heran jika pemerintah Qatar berupaya habis-habisan.

Piala Dunia Qatar sendiri dijadwalkan akan diselenggarakan persis 4 tahun setelah ajang serupa yang akan diselenggakan di negeri Beruang Merah pada bulan Juni-Juli tahun ini. Meski diwarnai dengan protes dan rencana boikot oleh beberapa negara anggota Uni Eropa akibat tuduhan Rusia telah melakukan pembunuhan terhadap salah satu mantan agen rahasianya, setidaknya Piala Dunia kali ini akan menyajikan performa dari para bintang baru di dunia sepakbola. Mulai dari Mohamed Salah, Harry Kane, hingga berbagai pemain muda berbakat hadir dari seluruh dunia untuk mewarnai ajang sepakbola paling spektakuler di seluruh dunia ini.